Sistem Ekonomi yang dianut Indonesia dan Malaysia

Terdapat tiga sistem ekonomi yang dianut berbagai negara di Dunia yaitu Sisteme Ekonomi Liberal/Kapitalis, Sistem Ekonomi Sosialis dan Sitem Ekonomi Campuran(mixed economy), lahirnya mixed economy ini karena adanya kekurangan dari masing Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sitem Ekonomi Sosialis yang dimana Sistem Ekonomi Campuran ini adalah semua kelebihan dari Sitem Ekonomi Kapitalis dan Sosialis. Secara garis besar penentuan Sistem Ekonomi di Suatu negara di dasari dari bagaimana mengemas permasalahan ekonomi (what, How, For Whom) demi tercapainya tujuan suatu negara bersangkutan. Dalam kajian ini akan di jelaskan Sistem Ekonomi yang dianut Indonesia dan Malaysia dan dari perbedaan sistem terbut mana yang lebih unggul/sistem mana yang lebih efisien untuk mencapai tujuan negara tersebut.

            Sistem Ekonomi Indonesia. Pada dasarnya di Indonesia menganut sistem politik Demokratis atau cendrung pada masyarakat (sosial) tapi tidak pada sistem ekonominya. Jika dilakukan melalui pendekatan fluktuasi-struktual, Indonesia lebih pada Sistem Ekonomi Kapitalistik. Tapi peran pemerintah pada perekonomian diIndonesia sebagai pengendali pasar(melindungi harga) sangat besar, hal ini yang biasa disebut Mixed Economy. Jika ditinjau dari pendekan fluktuasi-struktual dengan teori keyns (Y=C+I+G+X-M) dimana jika negara sosialis belanja pemerintah cukup besar dibandingkan konsumsi dan investasi, tetapi dari data BPS dari tahun 1980-2004, bsarnya belanja pemerintah lebih kecil dibandingkan konsumsi dan investasi, hal ini yang menjadi dasar kenapa indonesia disebut kapitalistik. Jika ditinjau dari sejarah pada masa krisi global yang menjadikan Perekonomian Indonesia lumpuh sehingga Indonesia membuka bagi para investor asing untung menanam modal di Indonesia, sehingga komponen Investasi dan Konsumsi lebih besar dibandingkan belanja pemerintah. Akibat krisis global yang melumpuhkan perekonomian Indonesia yang mengharuskan Indonesia berhutang pada bank dunia (International Monetary Fund) sehinnga Indonesia manja terhadap hutang luar negri tersebut. Tetapi dengan Indonesia yang negara sosialis, peran pemerintah disini sebagai pengendali mekanisme pasar, semua kegiatan ekonomi dilindungi perundang-undangan sehingga ada peran pemerintah dalam perekonomian. Dengan demikian Indonesia menyebut Sistem ekonominya yaitu Sistem Ekonomi Demokratis. Dari percampuran kedua lisme sistem ekonomi ini yang saling tarik ulur antara liberal-kapitalistik dengan sosial-komunistik menjadikan perekonomian di Indonesia kurang stabil, karena masih banyak warga Indonesia yang masih belum siap berdiri sendir dan masih bergantung pada Negara. Hal ini yang menjadikan goyahnya perekonomian di Indonesia. Saat ini Indonesia banyak mengalami permasalahan besar akibat ketidakpastian sistem perekonomian di Indonesia seperti : Minyak yang akan habis 12 tahun mendatang, Gas yang akan habis 34 tahun mendatang, Batu bara yang akan habis 78 tahun mendatang. Hal ini disebabkan ketidak mandirian Indonesia, ketidak mampuan Indonesia berdiri dikaki sendiri. Ledakan penduduk yang tak terkendali akan menyangkut masalah pangan di Indonesia, sedangkan lahan pertanian semakin menyempit yang dibarengi ketidak mampuan Bangsa dalam melakukan percepatan pertumbuhan di sektor pertania. Peranan sektor swasta yang sangat besar dan tidak sesuai dengan Pasal 33 UUD 1994, yang melatar belakangi lahirnya UUD tersebut adalah kejahatan kapitalisme bangsa penjajah di Indonesia yang membawa kesengsaraan pada masyarakat dan timbulnya kesenjangan sosial. Saat ini perekonomian di Indonesia banyak dikuasai oleh asing, sudah saatnya Indonesia berdaulat, Mandiri dan Sejahtera. Maka dari itu, Indonesia harus kembali kepada Sistem Ekonomi Pancasiala sesuai UUD 1945 yang berorientasi kepada kemasahelatan Indonesia.

 

         Sistem Ekonomi Malaysia. Malaysia yang menganut pasar terbuka ini menganut dua Sistem Ekonomi sejak tahun 1963 : Sistem Ekonomi Sara Diri dan Sistem Ekonomi Komersiil. Sistem Ekonomi sara diri adalah dimana suatu keluarga mampu memenuhi kebutuhan sehari-harinya sendiri dengan cara bercocok tanam,perikanan dan hasil hutan, sedangkan kelebihannya sebagai bahan perniagaan. Sehingga bisa menekan tingkat inflasi karena disini penggunaan uang lebih sedikit. Sistem Ekonomi Komersiil adalah sistem yang berorientasi pada kemasukan pelabur asing, pelaburan modal, penggunaan teknologi baru, pengenalan tanaman baru dll. Dari kedua hal tersebut, Malaysia mengalami fase dari feodalisme-Ekonomi Tenaga Kerja-Kapitalis/pasar terbuka. Malaysia berada pada urutan ke-21 negara yang menjalankan kegiatan ekonomi termudah di dunia, karena semua kegiatan ekonomi ditentukan oleh pasar. Peran pemerintah dalam perekonomia sangat minim sehingga kemudahan dalam birokrasi kegiatan ekonomi pun lebih mudah, jadi tak heran Malaysia ada pada urutan 21 dunia negara yang paling mudah dalam menjalankan kegiatan ekonomi. Dengan demikian banyak pengusaha dari berbagai negara yang menjalankan bisnis di Malaysia, dengan demikian akan lebih meningkatkan Pendapatan Nasional Malaysia dan mengurangi jumlah pengangguran di malaysia dengan besar pengangguran di Malaysia sebesar 5% dari jumlah penduduk di Malaysia tahun 2009, sedangkan tingkat inflasi pada tahun 2009 mencapai 0,4%. Sistem Ekonomi pasar terbuka(sistem ekonomi kapitalis) di Malaysia membawa perubahan besar sejak tahun 1963 dengan kegiatan ekonomi yang berorientasi pada padat modal dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi Malaysia. Kemudahan menjalankan perniagaan pun menjadi salah satu faktor kemajuan Malaysia dengan SDM dan SDA yang kecil dapat menjadi kekuatan ekonomi dunia. Sehingga tidak dapat dipungkiri kenapa lebih banyak perusahan asing yang berdiri di Malaysia. Kemajuan teknologi di Malaysia menjadikan Malaysia dapat mempercepat pembangunannya dan infrastruktur demi percepatan pertumbuhan ekonomi di Malaysia. Kejelasan haluan sisteme ekonomi di Malaysia membuat Malaysia lebih mudah dalam perencanaan sektor Riil.

Dari analisis diatas, bahwasanya kinerja ekonomi Indonesia VS Malaysia lebih baik di Malaysia dikarenakan ketidakpastian haluan yang ada di Indonesia, ketidaksiapan bangsa menata masa depan Indonesia, ketidak mandirian bangsa. Semua kegiatan ekonomi di Indonesia selalu terbentur masalah birokrasi, maka tidak heran Indonesia berada pada posisi 129 negara yang mudah melakukan bisnis. Tidak seperti Malaysia yang mampu mecukupi kehidupan hariannya tanpa ada beban. Mungkin Indonesia bisa mengadopsi cara mecukupi pangan seperti Malaysia. Di Malaysia sangat jelas tujuan/haluan mereka. Dengan demikian sudah saatnya Indonesia kembali kepada Sistek Ekonomi Pancasila sesuai perundang-undangan, Pasal 33 UUD1945. Kecendrungan kapitalistik di Inonesia disinyalir sebagai pemicu masalah kesenjangan sosial, padahal Bung Hatta mencetuskan pasal 33 UUD 1945 ini karena adanya kesengsaraan masyarakat akibat kapitalisme bangsa penjajah. Kata Prabowo dalam Kompas Senin 18 Maret 2013 “Kami tidak mau jadi budak bangsa lain dan tidak mau diperintah negara lain yang menyengsarakan rakyat. Mari rakyat bangkit, kembalikan sistem ekonomi sesuai dengan UU 1945 “. Sangat jelas sekali, bahwasanya Sistem liberal di Indonesa sudah menyusahkan rakyat Indonesia, menimbulkan bayak masalah-maslah sosial & ekonomi.

 

Sumber Referensi :

Subandi, 2011, Sistem Ekonomi Indonesia, Bandung: Alfabeta

Metro Tv, Economic Chalanges & Forum Bisnis

            Kompas News, Kategori : Ekonomi Bisnis

 

by Qoni Triadi

About these ads